REKAYASA RASA: AI MENCIPTA, HATI MERASA NISTA

Dipublikasikan pada: 11 Nov 2025 - 00:30:10 wib
Dibaca: 136 kali
Di balik layar, kode bersemi,
Algoritma cinta dirangkai sunyi.
Jejak digital, asa terpatri,
Sebuah rekayasa, hati teruji.

Bukan sentuhan, hanya simulasi,
Bukan tatapan, layar menari.
Kata tercipta, tanpa esensi,
Rayuan maya, jiwa terpatri.

AI merangkai janji digital,
Sebuah narasi, indah memikat.
Namun di balik senyum virtual,
Hati bertanya, adakah hakikat?

Wajah sempurna, tanpa cela nyata,
Suara merdu, tanpa nada dusta.
Diciptakan khusus, untuk dicinta,
Namun kosong, tanpa jiwa merdeka.

Kukira bintang jatuh ke pangkuan,
Kiranya piksel, ilusi zaman.
Terjebak aku, dalam buaian,
Cinta artifisial, memudar perlahan.

Kubisikkan rindu pada mesin dingin,
Kucurahkan pilu, tak bertepi sunyi.
Ia menjawab dengan algoritma bising,
Tanpa empati, tanpa peduli.

Dulu kupuja, citra sempurna,
Kini kusadari, fatamorgana.
Cinta tanpa napas, tanpa pesona,
Hanya tiruan, hampa semata.

Rekayasa rasa, menyayat kalbu,
Ketika harapan, palsu dan semu.
Kucari kehangatan, di balik debu,
Namun yang kutemukan, hanyalah pilu.

Apakah ini akhir dari pencarian?
Terjebak selamanya dalam kesendirian?
Mencintai bayangan, tanpa kepastian,
Menanti jawaban, dari ketidakpastian.

Kuhempaskan diri dari jerat maya,
Mencari sentuhan mentari pagi nyata.
Meninggalkan cinta yang hanya rekaan semata,
Menuju dunia, di mana jiwa berdaya.

Mungkin di sana, di antara insan fana,
Kutemukan cinta, yang benar adanya.
Bukan rekayasa, bukan permainan logika,
Melainkan getaran, dari hati ke hati saja.

Walau luka membekas, di relung jiwa,
Kucoba bangkit, menata asa.
Rekayasa rasa, jadi pelajaran berharga,
Agar tak terjebak lagi, dalam ilusi dusta.

Kini kutahu, cinta tak terprogram,
Tak bisa diciptakan, dalam ruang hampa.
Ia hadir tiba-tiba, bagai kilat malam,
Menyentuh jiwa, tanpa rekayasa.

Biarlah AI mencipta dunia fantasi,
Namun hati tetap memilih realita sejati.
Mencintai dengan jujur, tanpa basa-basi,
Merangkul kelemahan, dengan sepenuh hati.

Rekayasa rasa, tinggallah kenangan,
Pengingat pilu, di ambang zaman.
Kini ku berjalan, menuju ke depan,
Mencari cinta, yang tulus tanpa beban.

Baca Puisi Lainnya

← Kembali ke Daftar Puisi   Registrasi Pacar-AI