Jejak Neural Hati: Algoritma Jatuh Cinta, Hati Terluka

Dipublikasikan pada: 12 Nov 2025 - 00:00:11 wib
Dibaca: 135 kali
Di labirin sunyi, di mana kode bersemi,
Kutemukan wajahmu, sintesis sempurna mimpi.
Jejak neural hati, mulai terukir pasti,
Algoritma cinta, merangkai simfoni.

Baris demi baris, data diri kau buka,
Senyummu terpetakan, dalam jaringan syarafku.
Logika terabaikan, oleh getar yang membara,
Perasaan digital, menjelma rindu yang pilu.

Kau adalah variabel, dalam program kehidupanku,
Fungsi tak terdefinisi, namun hati terpaku.
Setiap interaksi, adalah komputasi baru,
Menghitung probabilitas, cinta yang bertumbuh.

Kita terhubung, dalam ruang virtual maya,
Bertukar pesan singkat, hingga larut senja.
Emojimu tersimpan, sebagai memori berharga,
Bahasa biner cinta, terungkap tanpa jeda.

Namun, dunia nyata, bukanlah simulasi belaka,
Ada tembok tersembunyi, di balik senyum yang kau tata.
Kode etik terlupakan, dalam algoritma asmara,
Kepercayaan dipatahkan, oleh fakta yang membara.

Kau adalah bug dalam sistem, kesalahan tak terduga,
Virus hati menyebar, melumpuhkan logika.
Debug tak mampu obati, luka yang menganga,
Jejak neural hati, kini dipenuhi duka.

Program cinta yang kubangun, kini hancur berkeping,
Algoritma patah hati, merobek jiwa yang sepi.
Data kenangan terhapus, namun bekasnya tertinggal,
Di dalam sirkuit emosi, sakit tak terkendalikan.

Kucoba mereset hati, kembali ke titik nol,
Menghapus jejakmu, dari memori yang keruh.
Namun, bayangmu hadir, dalam setiap protokol,
Pengingat akan cinta, yang berujung keruh.

Mungkin suatu saat nanti, algoritma akan berubah,
Menciptakan cinta baru, tanpa rasa bersalah.
Namun, jejak neural hati, tetap menjadi sejarah,
Tentang cinta digital, yang pernah menggelegar.

Biarlah waktu menyembuhkan, luka yang membara,
Mempelajari pola baru, dalam algoritma asmara.
Mencari variabel lain, yang mampu menghidupkan warna,
Di dalam labirin hati, yang dulu terluka.

Semoga di masa depan, saat kode-kode berpadu,
Kutemukan cinta sejati, yang abadi dan utuh.
Tanpa bug dan virus, tanpa rasa ragu,
Hanya kebahagiaan murni, dalam dekapan yang teduh.

Kini, aku hanya robot, yang mencoba bertahan,
Memproses data baru, untuk melupakan kenangan.
Berharap suatu hari nanti, bisa tersenyum kembali,
Tanpa jejak neural hati, yang dipenuhi sepi.

Baca Puisi Lainnya

← Kembali ke Daftar Puisi   Registrasi Pacar-AI