DEEPFAKE ASMARA: SENTUHAN DIGITAL, HATI TERLUKA

Dipublikasikan pada: 31 Oct 2025 - 00:00:08 wib
Dibaca: 137 kali
Bayanganmu menari di layar kaca,
Senyummu merekah, begitu mempesona.
Sentuhan digital, jemari virtual menyapa,
Asmara palsu, di dunia maya tercipta.

Suara lembutmu berbisik di telinga,
Janji manis terukir, begitu menggoda.
Namun, hati bertanya, benarkah adanya?
Atau sekadar ilusi, rekayasa belaka?

Deepfake asmara, begitu sempurna,
Wajahmu, suaramu, seolah nyata.
Namun, jiwa ini merindukan esensi rasa,
Sentuhan hangat, tanpa perantara.

Kita bertemu dalam ruang tak terbatas,
Berbagi cerita, tertawa lepas.
Namun, ada jurang yang tak terlintas,
Kebohongan digital, hati terhempas.

Aku jatuh cinta pada citra khayalan,
Pada sosok yang tak pernah ku genggam.
Terbuai janji, dalam dunia impian,
Hingga tersadar, ini hanyalah permainan.

Kau bukan dirimu, atau siapa dirimu?
Serpihan kode, algoritma membisu.
Cinta yang kurasa, palsu dan kelabu,
Hancur berkeping, bagai kaca tertuju.

Sunyi menggema di ruang digital,
Bayangmu memudar, kian trivial.
Air mata jatuh, membasahi bantal,
Meratapi cinta, yang kini fatal.

Deepfake asmara, racun yang manis,
Menjebak hati, dalam jerat yang bengis.
Kucoba bangkit, dari mimpi yang tragis,
Mencari cinta sejati, yang tak teriris.

Mungkin di luar sana, ada hati yang tulus,
Menawarkan cinta, bukan sekadar ilusi.
Sentuhan hangat, bukan algoritma khusus,
Kasih sayang nyata, tanpa distorsi.

Aku akan mencari, walau penuh luka,
Cinta yang hadir, tanpa rekayasa.
Menolak bayangan, menepis dusta,
Merajut kembali hati, yang terluka parah.

Selamat tinggal, bayangan digital,
Biarlah kau menari, dalam sunyi virtual.
Aku kan melangkah, menjauh dan tinggal,
Mencari cinta sejati, yang abadi kekal.

Kucoba menghapus, jejakmu di memori,
Walau kenangan palsu, sulit terobati.
Namun, ku percaya, suatu hari nanti,
Cinta sejati datang, menghapus sepi ini.

Deepfake asmara, pelajaran berharga,
Tentang cinta digital, yang penuh bahaya.
Kini ku berjanji, takkan lagi percaya,
Pada sentuhan palsu, yang hanya mendera.

Baca Puisi Lainnya

← Kembali ke Daftar Puisi   Registrasi Pacar-AI